
Gelap adalah temannya.
Berjalan menuju sudut-sudut hati yang busuk.
Menyeret seluruh cacian dalam tumpukan keputusasaan.
Gelap adalah temannya.
Melangkah tanpa peta.
Pulang tanpa rumah.
Busuk sampah adalah hidupnya.
Gelap adalah temannya.
Melahap malam dengan begitu lahap.
Sebab siang tak lagi seramah suaranya.
Gelap adalah temannya.
Membumbung tinggi seluruh citanya.
Berbalas kecewa atas nya.
Tangis tawa tak lagi ada harganya.
Gelap adalah temannya.
Teralaskan terpal kehidupan yang terjal.
Masa lalu yang terus memunggungi.
Gelap adalah temannya.
Saat-saat mana peduli terberkati.
Saat-saat mana cinta itu terjaga.
Dan saat-saat apa kasih tak lagi menjadi buih.
Cikarang, 04.04.17 23:24
Salam
Wuriami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar