
Assalamualaikum sahabat, sahabat kali ini ijinkan saya untuk berbagi tentang ”kaum Transgender.” Transgender sendiri mungkin lebih sering kita sebut dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Disini tanpa menyinggung siapapun saya akan lebih khusus membahas soal Transgender.
Mendengar kata Transgender mungkin kita akan berfikir bahwa mereka adalah orang - orang yang menolak kodratnya atas apa yang telah dikaruniakan oleh Sang Maha Kuasa. Tetapi dibalik itu semua Transgender sebenarnya berbeda dengan mereka yang homoseksual, biseksuaal dan seksual yang lainnya. Ketidaknyamanan menjadi perannya bisa dibilang menjadi salah satu faktornya.
Faktor lain yang mungkin mengambil pengaruh yang lumayan kuat adalah permasalahan internalnya terhadap orang lain bahkan keluarga. Dorongan itulah yang mungkin menyebabkan mereka ingin menjadi atau menginginkan bertolak belakang atas dirinya sendiri. Dorongan batin juga mengambil pengaruh yang signifikan yang membuat mereka memutuskan untuk berpindah gender.
Tapi saya sangat salut sama mereka, karena apa? Karena untuk bertahan hidup mereka mampu dan berani meempermalukan dirinya sendiri. Menjadi cemoohan banyak orang, dan bahkan tak jarang menjadi gunjingan masyarakat sekitar. Bersolek layaknya wanita normal mereka mungkin menahan sejuta malu karena ulahnya.
Seperti contoh mereka dengan bermodalkan tape dan mig mereka berjalan menyusuri jalanan ibukota demi mencari uang untuk bertahan hidup. Saat semua orang tak ada yang mau mempekerjakan mereka, apalagi yang dapat mereka kerjakan? Daripada mengemis lebih baik mengamen walau dengan dandanan dan berpakaian layaknya wanita dan mungkin mempermalukan dan menjatuhkan harga diri mereka sebagai seorang lelaki.
Sangat miris jika kita juga ikut mengucilkaan mereka, memang mungkin keputusan yang mereka ambil adalah keputusan yang salah . Hidup memanglah pilihan tapi saat kita telah melihat sisi jeleknya alangkah bbaiknya kita melihat dari sisi yang lain. Apakah kurang cukup cacian para masyarakat untuk menghukum mereka.
Mari kita sama-sama melihat sisi lain dari mereka. Kalo kata orang jawa mah don’t judge the people its the cover. Hihihihihi. Mari saling melihat dari sisi yang lainnya. Salam semangat dan semoga bermanfaat. Wasalamualaikum wr.wb.
@wuriami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar