
Assalamualaikum sahabat, diantara kalian pasti sudah tak asing dengan kata “Trauma”. Dan mungkin diantara para sahabat wagomu pernah mengalami atau bahkan sedang mengalami trauma terhadap hal-hal tertentu. Saya akan mencoba mengulik sedikit tentang “Trauma” dan sedikit cara bagaimana mengurangi atau menyembuhkannya.
Trauma merupakan keadaan dimana seseorang merasa ketakutan terhadap situasi atau kejadian tertentu. Trauma juga berbeda dari masing-masing orang di masa lalu. Walaupun sebenarnya masa lalu bukanlah penyumbang utama bagi masa depan kita, tetapi kebanyakan trauma adalah kejadian masa lalu yang menyakitkan ataupun menyedihkan.
Trauma sendiri sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, dan trauma mampu disembuhkan jika dalam diri sendiri sang penderita mempunyai niat yang kuat untuk mengurangi atau bahkan membuang trauma masa lalu tersebut. Banyak penyebab trauma mulai dari tekanan yang mempengaruhi psikologis sang korban sampai perbuatan tidak menyenangkan yang diterima sang korban dimasa lalu. Kebanyakan trauma terjadi saat anak sedang menginjak remaja, psikologis yang labil ditambah dengan masa kecil yang mempunyai memori atau daya ingat yang sangat kuat juga menjadi salah satu penyebabnya.
Trauma bisa disembuhkan selain dari niat sang korban juga bisa dengan cara melatih atau teraphy melawan trauma tersebut perlahan. Sebagai contoh orang yang trauma terhadap acara pernikahan, karena sang korban memiliki masa lalu yang buruk tentang acara resepsi pernikahan dan banyak orang, mampu disembuhkan dengan sering mengajaknya ke acara resepsi pernikahan walau dalam waktu yang singkat tapi sering, insya allah sang korban lama-lama akan menikmati acara tersebut dan mampu menyadari bahwa masa sekarang bukanlah masa lalunya yang buruk.
Sebagai contoh lain jika masa lalu korban memiliki tekanan tersendiri terhadap orang yang galak maka cara mengurangi atau mengobatinya dengan cara mengajaknya bergaul dengan orang-orang dengan nada suara keras, tegas bukan galak. Mungkin galak di masa lalunya yang membuatnya tertekan itu jauh lebih bisa dibilang tegas, tetapi karena penafsirannya dalam keadaan tertekan menghasilkan pemikiran bahwa orang tersebut galak.
Demikian pembahasan yang ingin saya bagikan. Semoga bermanfaat dan karena trauma yang terjadi terhadap diri saya hanya sebatas tekanan psikologis mungkin cara penyembuhannya juga sesederhana yang pernah saya alami, hihihihi. Semoga membantu sahabat untuk mengurangi dan menyembuhkan trauma dalam diri kalian sendiri. Karena yang tahu bagaimana keadaan psikologis kita adalah diri kita sendir jadi cobalah untuk berdamai dengan hati agar menemukan cara terbaik melawan Trauma itu sendiri. Mari perbaiki diri, jaga diri dari semua penyebab trauma dan jujur terhadap diri sendiri. Salam semangat.
@wuriami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar