


Ramadhan adalah bulan yang dirindukan, dinantikan dan diagungkan setiap tahunnya untuk seluruh umat islam di Indonesia bahkan diseluruh dunia. Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan. Maka banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki amalannya.
Ramadhan bukanlah sebuah Ceremonial. Bukan hanya lewat sebagai bulan yang biasa datang di setiap tahunnya. Hiruk pikuk dan perayaannya semakin semarak mulai dari Baju baru, menu makan buka dan sahur yang tak sama seperti biasanya sampai amalan-amalan yang tak biasa dikerjakan di bulan-bulan biasanya. Semua orang berlomba-lomba akan hal itu. Padahal jika kita mengetahui apa kewajiban dan hak kita sebagai umat islam, seharusnya tak perlu menunggu bulan Ramadhan. Iya enggak sih ??? Berbicara soal pahala, baik bulan Ramadhan atau bukan itu adalah rahasia Allah SWT. Tak ada hak untuk kita mengetahuinya, yang menjadi kewajiban kita adalah terus berbuat baik dengan amalan-amalan yang baik pula.
Saya sangat mengetahui bahwa bulan Ramadhan semua amalan akan dilipat gandakan, akan tetapi apakah iya kita hanya berbuat baik dan mengerjakan amalan-amalan sunnah hanya di bulan Ramadhan saja? Kenapa tidak setiap hari saja kita mengerjakannya. Toh tugas kita didunia selain hidup juga harus berbuat baik dan bermanfaat untuk orang lain. Dan tak ada sebuah larangan mengatakan bahwa berbuat baik dan mengerjakan amalan hanya di bulan-bulan tertentu.
Ramadhan bukanlah Ceremonial. Ramadhan adalah pereratan hubungan antara kita dengan Allah SWT. Ramadhan adalah sebuah ukuran dan hanya awal serta tolak ukur kita dalam proses pensucian diri. Karena akhir dari kehidupan di dunia ini adalah alam Akhirat. Keikhlasan dan ketaatan kita diuji dengan berpuasa. Menahan semua perbuatan buruk yang di bulan-bulan biasa kita lakukan. Allah menguji seberapa kita mampu berkorban dan taat akan-NYA. Karena hidup bukanlah hanya sebatas hidup dan mati.
Kelembutan hati seseorang tak ada yang tau, tak ada yang mampu menyentuh hati seseorang kecuali tangan-NYA, kecuali kasih sayang-NYA kecuali berkat tangan dan ridho-NYA. Kehilangan ketaatan dan berkurangnya rasa ikhlas kita terhadap sesuatu adalah ujian. Berbagai macam makna Ramadhan untuk setiap insan. Karena arti Ramadhan kita adalah berbeda satu sama yang lain tergantung seberapa lembut Allah SWT menyentuh hati insan tersebut.
Tak ada hak bagi kita untuk menilai bahwa Ramadhan seseorang itu hanya sebatas ikut-ikutan atau Ceremonial bahkan jika hanya sekedar menghargai bulan Ramadhan saja. Karena diatas saya sudah jelaskan makna Ramadhan seseorang berbeda antar masing-masing insan tergantung dengan tangan Allah SWT menyentuh hati kita.
Dan seharusnya Ramadhan tak hanya semarak di memenya juga diperayaannya tapi juga semaraknya harus juga tertanam di diri serta hati kita masing-masing. Bersyukur telah dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh ampunan dan semoga kita masih dipertemukan dan mendapat kelembutan tangan-NYA. Mari jaga hati, semarakkan dengan hati penuh rasa syukur dan benar-benar bukan hanya menjadikan bulan Ramadhan sebagai sebuah Ceremonial dan bulan ikut-ikutan. Semoga Ramadhan kita bukanlah Ramadhan yang ikut-ikutan ya sahabat. Amin. Salam Ramadhan



Salam Cantik
Wuriami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar