Assalamualaikum sahabat wuriami. Apa kabar semua... hehehe saya harap semua berada dalam keadaan baik dan sehat wal’afiat. Tinggal menghitung hari kita semua umat muslim akan masuk pada bulan yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya bukan karena THR-nya loh ya..., bukan juga pertanyaan “Kapan Nikah?” untuk generasi tahun 90-an. Hahahaha ...

apapun itu saya mengucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin kepada semua pembaca setia blog saya dan sahabat wuriami semua. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT.
Heii... heii ... heii whatasppguys, what’s wrong with my title hahaha... apa ada yang salah dari title yang saya ambil diatas?? Eiiitsss, jangan berfikir negatif dulu ya..., yuu mari kita ulas bareng-bareng apa arti dari judul yang saya ambil ini. Yuuuu cuuusss..



Genks, “kehidupanmu adalah goresan kecil waktu yang terbatas. Maka, tataplah baik-baik, dan jadiyang tebaik baginya.” (Said Ben Hamed).
Nah dari quote diatas kita semua dapat menyimpulkan bahwa hidup tidak hanya sekedar hidup. Hidup adalah catatan kita untuk masa depan, dan alangkah baiknya jika kita selalu dan usahakan menggoreskan yang baik-baik dalam hidup kita. Saya sangat tahu bahwa di dunia ini bahkan dikehidupan anda semua pastilah ada yang baik dan juga buruk. Itu pasti!! Saat berada dalam fase baik mood beserta goresan pasti akan baik juga, tak perlu teori a,b atau c kalo hal baik tak perlu diragukan lagi coretannya. Tapi jika kita berada dalam fase yang buruk pasti akan banyak coretan hitam tentunya, nah baru dalam fase ini kita gunakan “Jadikan Hatiku Yang ke-3”. Nah kok????”
Masalah datang bukan berarti tanpa solusi, saya sangat percaya bahwa masalah adalah sebuah proses pendewasaan diri. Cara Allah mengetahui kualitas iman kita, ketaatan kita pada-NYA. Lalu apa hubungannya dengan “Jadikan Hatiku yang ke-3?”. Dikala kita berada dalam fase masalah tak jarang dari kita menyelesaikan dengan cara mengandalkan logika dan perasaan. Padahal ada 1 hal penting yang disini seharusnya dilibatkan dalam penyelesaian sebuah masalah yaitu “Hati.”
Padahal kita semua tahu bahwa Hatilah disini yang paling fair, paling adil dan paling penting. Kita terbiasa membatasi Hati, mengurung Hati dan mengabaikan apa kata Hati. Sebenarnya itulah masalah yang sebenarnya. Kurang damainya kepada hati mungkin juga jadi salah satu faktor kita mengandalkan logika dan perasaan.
Menjadi angka baik satu, dua atau bahkan tiga sudah tak lagi menjadi masalah. Tapi yang menjadi masalah kini justru penenmpatan kita terhadap ketiga aspek itu. Mari mulai sekarang melibatkan hati. Dengan begitu saya 1000% yakin bahwa semua masalah akan terselesaikan sesuai deadline. Hahahaha faktor dikejar-kejar deadline. Mari mulai sekarang analisa masalah dengan Hati.
Karena hatilah yang paling peka, paling mengerti bahkan memegang kunci paling manjur dalam setiap masalah. Mulai buka Hati, ajaknya berbicara dan duduk bersama menyelesaikan semua yang mengikatmu selama ini. Tapi tetap hati-hati dengan hati ya sahabat.. hahahha



Cikarang, 23.05.17 19:53
Salam Cantik
Wuriami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar